Ku kosongkan selembar halaman pada buku
Namun tak muat tuk meringkasmu
Tanpa
ku sadari aku mengejanya satu persatu
Itu
setiap waktu, dalam kalbu
Tidakkah itu lebih baik daripada ku hempaskan
bersama bayu?
Meski ku tau itu keinginan mu sedari dulu
Maafkan aku, aku ingin mengaku
Puluhan abjad itu hanya ku
rentangkan sejauh pikiranku
Ah,
aku teringat tatapan mu waktu itu
Aku
seperti di telanjangi oleh mu
Lihat,
ada bayangku di pelupuk mata mu
Kau
tahu? Aku terlihat naïf disitu
Kau salah mencintaiku
Aku hanya gadis naïf yang pernah
terlahir dari rahim waktu
Yang kerap bingung untuk mengaku
Bahwa aku senada dengan mu, aku
mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar