Minggu, 12 April 2015

(Cermat) Pilihan

Tak pernah sekalipun aku tampil dengan rok mini, paha kemana-mana, bahu terbuka apalagi dada menantang. Tetapi mengapa tatapan mereka seperti menelanjangi, kecewa berbalut amarah menjadi biang keladi. Padahal, baru akhir-akhir ini aku agak membuka bagian tubuhku yang masih disebut dengan aurat dalam kaidah islam. Apakah sesalah itu tindakanku kali ini? Padahal itu sama sekali tak merugikan mereka. Kendati ini merugikan diriku sendiri, tapi apa boleh buat aku melakukan ini semata-mata demi menghidupi keluargaku yang sudah puluhan tahun hidup dalam kerisauan yang selalu menghantui, saat menghadapi preman-preman dipasar yang tengah meminta uang palak. Aku pun tak lagi perlu bersedih hati, memikirkan nasib masa tuaku seperti kebanyakan wanita paruh baya ku lihat beberapa waktu belakangan ini di pinggir lampu merah ketika aku sedang berlatih.
Kendati melihat itu hatiku begitu miris, iba pun kerap kali menjadi penguasa. Hingga aku memutuskan untuk memberi sedikit uang kepada mereka. Padahal, sudah jelas aturan negara kita saat ini, dilarang memberi uang kepada pengemis/peminta-minta. Entah regulasi pemerintah kali ini seringkali bimbang ku untuk menyatakan setuju/tidak dengan regulasi ini. Kalau aku menjawab setuju rasanya seperti tidak manusiawi, namun jika aku mengatakan tidak setuju rasanya salah juga sebab memang kebanyakan fakta yang ada memberi uang secara cuma-cuma kepada mereka sama saja membuat malas masyarakat kita.
Sebenarnya aku malu, saat tengah berlatih di sekitar rumahku banyak sekali laki-laki yang memandangiku dari ujung kepala sampai kaki, dengan berbagai sudut pandang. Meski tak dipungkiri sesekali mereka memuji diriku dgn mengatakan kebanggaan pada ku tetapi ungkapan kekecewaan juga tak jarang mereka lontarkan. Bagaimana tidak? Aku bisa-bisanya melepas hijabku demi menjadi seorang kowal.  Ini pilihan hidup yang sudah ku jalani, meskipun begitu bagiku islam akan tetap ku junjung tinggi dan indonesiaku juga penting. Ditambah lagi menjadi seorang kowal adalah cita-citaku dari dulu untuk mempertahankan Indonesia dari  teroris yang sudah tak asing lagi bagi negara ini.


5 komentar:

  1. Smoga kowal jg diizinkan memakai hijab ya mbak..amin.
    Sukses yak..cakep ceritanya. Kata katanya juga sip..sukak :D

    BalasHapus
  2. Hehehe terimakasih mba Aamiin yaRabb;)
    Salam kenal:)

    BalasHapus
  3. Wah, keren. Semoga deh akan ada peraturan yang membolehkan kowal menggunakan jilbab, sama seperti yang sudah diterapkan di aturan polri. :)

    BalasHapus
  4. Aamiin itu menjadi harapan banyak muslim:)

    BalasHapus