Sore
itu, aku masuk ke sebuah lorong yang tak ku kenali. Ku sentuh barang-barang
yang ada namun semua terasa begitu asing, pijakan kaki tak lagi mudah ku tebak.
Sesekali aku hampir terjatuh. Namun, ada seorang menuntunku, sampai bokongku
menyentuh benda datar yang bisa ku gunakan untuk duduk. Aku benar-benar tak tau
siapa orang itu. Hanya saja badannya begitu lembut dan hangat, aku dapat merasakannya
dari sentuhan yang Ia berikan saat menuntunku duduk tadi.
Sebenarnya,
lorong apa ini? Semua menjadi tambah gelap. Aku seperti berada di sebuah
dimensi yang berbeda dari sebelumnya. Padahal seingatku tadi, aku sedang
berjualan korek api di desa, letaknya tak jauh dari kaki Gunung Himalaya yang
dinginnya siapa bisa tandingi.
Tiba-tiba
orang tadi menghampiri, menggenggam telapak tangan ku yang nampak kedinginan.
Tak lama aku sadar, orang ini bukan makhluk seperti ku. Ini seperti monster! Berbadan
besar, berbulu lebat serta tidak dapat berbicara. Hanya bisa bergema sesekali,
saat mendengar bunyi bising diluar lorong ini.
“Yeti… yeti… yeti…”
Ku dengar nama itu
berkali-kali di sebut oleh segerombolan remaja yang nampak ketakutan. Aku
benar-benar di posisi bingung saat itu.
***
“Bangun de, banguuun… sudah
siang! Lekas mandi…” Ku dengar suara itu berkali-kali.
“ Ah, jadi itu hanya mimpi ”gumam
ku
“ Mimpi apa de?” Tanya Ibu
panti dengan sigap
“ Itu Bu, tadi malam aku
mimpi bertemu Yeti, badannya besar dan bulunya lebat persis seperti mitos yang
beredar.”
“ Itu karena kamu selalu
berkeinginan pergi ke Himalaya dan bertemu Yeti” jawabnya singkat
Memang, meski aku buta dan sebatang kara aku selalu
berkeinginan menjadi pendaki buta pertama di dunia yang bisa menapaki gunung
Himalaya dan menguak misteri Yeti.
Begitulah cerita fiksi yang
tak sengaja aku buka saat aku tengah mencari informasi tentang Himalaya di
internet, dua minggu sebelum keberangkatan ku untuk liburan bersama keluarga ke
Himalaya:)
Selesai juga tulisan #CERMAT ku kali ini yang di selenggarakan oleh Penerbit Mizan
Wah, Buku Little Princes bakal jadi hadiah #CERMAT kali ini? Hmm.. Menarik dan bernilai moral tinggi. Buku yang cukup edukatif dengan sajian cerita yang menarik pastinya. Belum lagi ceritanya mengangkat tentang anak-anak korban perdagangan manusia. Padahal ini kasus lama namun kasus ini yang sengaja di kebiri oleh banyak pihak yang tak bertanggung jawab. Hingga masyarakat lupa adanya kasus-kasus seperti ini. Akhirnya kasus seperti ini di kuak lewat buku Little Princes lewat sebuah petualangan seru!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar