Minggu, 05 April 2015

(Cermat) Cita-Cita ku Ke Himalaya


Sore itu, aku masuk ke sebuah lorong yang tak ku kenali. Ku sentuh barang-barang yang ada namun semua terasa begitu asing, pijakan kaki tak lagi mudah ku tebak. Sesekali aku hampir terjatuh. Namun, ada seorang menuntunku, sampai bokongku menyentuh benda datar yang bisa ku gunakan untuk duduk. Aku benar-benar tak tau siapa orang itu. Hanya saja badannya begitu lembut dan hangat, aku dapat merasakannya dari sentuhan yang Ia berikan saat menuntunku duduk tadi.

Sebenarnya, lorong apa ini? Semua menjadi tambah gelap. Aku seperti berada di sebuah dimensi yang berbeda dari sebelumnya. Padahal seingatku tadi, aku sedang berjualan korek api di desa, letaknya tak jauh dari kaki Gunung Himalaya yang dinginnya siapa bisa tandingi.

Tiba-tiba orang tadi menghampiri, menggenggam telapak tangan ku yang nampak kedinginan. Tak lama aku sadar, orang ini bukan makhluk seperti ku. Ini seperti monster! Berbadan besar, berbulu lebat serta tidak dapat berbicara. Hanya bisa bergema sesekali, saat mendengar bunyi bising diluar lorong ini.

“Yeti… yeti… yeti…”

Ku dengar nama itu berkali-kali di sebut oleh segerombolan remaja yang nampak ketakutan. Aku benar-benar di posisi bingung saat itu.

***

“Bangun de, banguuun… sudah siang! Lekas mandi…” Ku dengar suara itu berkali-kali.

“ Ah, jadi itu hanya mimpi ”gumam ku

“ Mimpi apa de?” Tanya Ibu panti dengan sigap

“ Itu Bu, tadi malam aku mimpi bertemu Yeti, badannya besar dan bulunya lebat persis seperti mitos yang beredar.”

“ Itu karena kamu selalu berkeinginan pergi ke Himalaya dan bertemu Yeti” jawabnya singkat

Memang, meski aku buta dan sebatang kara aku selalu berkeinginan menjadi pendaki buta pertama di dunia yang bisa menapaki gunung Himalaya dan menguak misteri Yeti.


                                                                  
Begitulah cerita fiksi yang tak sengaja aku buka saat aku tengah mencari informasi tentang Himalaya di internet, dua minggu sebelum keberangkatan ku untuk liburan bersama keluarga ke Himalaya:)



Selesai juga tulisan #CERMAT ku kali ini yang di selenggarakan oleh Penerbit Mizan

Wah, Buku Little Princes bakal jadi hadiah #CERMAT kali ini? Hmm.. Menarik dan bernilai moral tinggi. Buku yang cukup edukatif dengan sajian cerita yang menarik pastinya. Belum lagi ceritanya mengangkat tentang anak-anak korban perdagangan manusia. Padahal ini kasus lama namun kasus ini yang sengaja di kebiri oleh banyak pihak yang tak bertanggung jawab. Hingga masyarakat lupa adanya kasus-kasus seperti ini. Akhirnya kasus seperti ini di kuak lewat buku Little Princes lewat sebuah petualangan seru!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar