Tak pernah sekalipun aku tampil
dengan rok mini, paha kemana-mana, bahu terbuka apalagi dada menantang. Tetapi
mengapa tatapan mereka seperti menelanjangi, kecewa berbalut amarah menjadi
biang keladi. Padahal, baru akhir-akhir ini aku agak membuka bagian tubuhku
yang masih disebut dengan aurat dalam kaidah islam. Apakah sesalah itu
tindakanku kali ini? Padahal itu sama sekali tak merugikan mereka. Kendati ini
merugikan diriku sendiri, tapi apa boleh buat aku melakukan ini semata-mata
demi menghidupi keluargaku yang sudah puluhan tahun hidup dalam kerisauan yang
selalu menghantui, saat menghadapi preman-preman dipasar yang tengah meminta
uang palak. Aku pun tak lagi perlu
bersedih hati, memikirkan nasib masa tuaku seperti kebanyakan wanita paruh baya
ku lihat beberapa waktu belakangan ini di pinggir lampu merah ketika aku sedang
berlatih.
Kendati melihat itu hatiku begitu
miris, iba pun kerap kali menjadi penguasa. Hingga aku memutuskan untuk memberi
sedikit uang kepada mereka. Padahal, sudah jelas aturan negara kita saat ini,
dilarang memberi uang kepada pengemis/peminta-minta. Entah regulasi pemerintah
kali ini seringkali bimbang ku untuk menyatakan setuju/tidak dengan regulasi
ini. Kalau aku menjawab setuju rasanya seperti tidak manusiawi, namun jika aku
mengatakan tidak setuju rasanya salah juga sebab memang kebanyakan fakta yang
ada memberi uang secara cuma-cuma kepada mereka sama saja membuat malas
masyarakat kita.
Sebenarnya aku malu, saat tengah
berlatih di sekitar rumahku banyak sekali laki-laki yang memandangiku dari
ujung kepala sampai kaki, dengan berbagai sudut pandang. Meski tak dipungkiri sesekali
mereka memuji diriku dgn mengatakan kebanggaan pada ku tetapi ungkapan kekecewaan
juga tak jarang mereka lontarkan. Bagaimana tidak? Aku bisa-bisanya melepas
hijabku demi menjadi seorang kowal. Ini
pilihan hidup yang sudah ku jalani, meskipun begitu bagiku islam akan tetap ku
junjung tinggi dan indonesiaku juga penting. Ditambah lagi menjadi seorang kowal
adalah cita-citaku dari dulu untuk mempertahankan Indonesia dari teroris yang sudah tak asing lagi bagi negara ini.

Smoga kowal jg diizinkan memakai hijab ya mbak..amin.
BalasHapusSukses yak..cakep ceritanya. Kata katanya juga sip..sukak :D
Hehehe terimakasih mba Aamiin yaRabb;)
BalasHapusSalam kenal:)
Wah, keren. Semoga deh akan ada peraturan yang membolehkan kowal menggunakan jilbab, sama seperti yang sudah diterapkan di aturan polri. :)
BalasHapusAamiin itu menjadi harapan banyak muslim:)
BalasHapus*muslimah
BalasHapus