Sabtu, 09 Mei 2015

(Cermat) Wejangan

Saat menatap kearahnya aku selalu berkata dalam hati

“aku jatuh cinta padamu kekasih, bukan karena paras indahmu semata tapi caramu menjamuku, seleraku dimanja hingga asam urat dan koletrolpun tak pernah singgah. Aku bersyukur hidupku teratur karenamu.”

Kau tahu? Ibu mu itu waktu mudanya juga tak mahir menjamu, hanya saja ia mulai bertemu dengan pria tampan sepertiku dan mulai mempelajari teori memasak lewat nenekmu, dan hasilnya kurasakan sampai saat ini. Betapa bahagianya hidup tanpa penyakit kecil yang mengganggu gerak tubuhmu. Pria seusiaku kebanyakkan mempunyai sederet pantangan soal makanan tapi tidak berlaku untukku. Ditambah lagi, ibumu selalu mengingatkanku untuk tidak selalu menghisap gulungan nikotin seperti yang ada ditangan suamimu itu. Ajarkanlah suamimu hidup sehat anakku, mulai dari sekarang jangan tunggu nanti. Bukankah akan indah bila kelak kau hidup seperti kami ini? Tetap bersama-sama sampai rambut kalian berdua memutih ditelan waktu.

Karena perut itu pusat, penyakit asalnya dari perut. Untuk itu perut harus kita jaga dengan makanan sehat tidak hanya sedap. Makanlah makanan dan berikanlah anak dan suamimu makanan buatan tanganmu sendiri itu lebih baik, terjamin kebersihannya. Jadi wanita itu tak hanya harus cantik dan baik, tapi juga musti apik memasak.

Meskipun kita sama-sama meyakini umur tak ada yang tahu, cuma tuhan yang bisa tentukan tapi sadarkan kamu anakku bahwa untuk urusan ini sedikitnya kita masih bisa interpensi. Dengan cara yang kubilang tadi.

Jangan jadikan rumah tanggamu dibangun hanya dengan cinta. Cinta itu seperti cuaca, mudah guyah dan berubah-ubah. Hati-hati suamimu akan jatuh cinta dengan wanita lain hanya karena kau tak mahir menjamunya dan mengarahkannya untuk hidup sehat lewat suguhan makanan yang kau ramu sendiri.
***
“Mah, kok melamun saja” ujar suamiku mengagetkan ku. Baru sadar, ternyata aku melamun cukup lama hingga makanan yang kusuguhkan tadi sudah habis dilahap oleh suamiku.


“Ehm,.. eh iya, Pah. Tadi tiba-tiba aku teringat oleh wejangan almarhum ayah mertuamu sebelas tahun silam, yang menasehatiku untuk terus menjaga makananmu agar kita berdua dapat hidup sampai rambut kita sama-sama menutih ditelan waktu. Dan kini, wejangannya terbukti. 




Cerita ini sedang diikutsertakan dalam kuis #CERMAT yang diadakan oleh Penerbit Mizan dengan tema : Hidup Sehat. Bandung, 10 Mei 2015. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar